Fenomena Ikan Naik ke Permukaan dan Air Berbau Belerang di Danau Singkarak.


KAWASANSUMBAR.COM

Batu Taba,Tanah Datar | (sumbar) Sejumlah warga di sekitar Danau Singkarak melaporkan fenomena tidak biasa pascahujan deras dan banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat. Air danau tercium beraroma belerang dan beberapa ikan terlihat naik ke permukaan dengan kondisi lemah seperti “mabuk”. Fenomena ini memicu pertanyaan publik, apakah kondisi tersebut merupakan tanda keracunan atau gangguan ekologis serius.

Berdasarkan rangkuman bukti ilmiah, riwayat kejadian serupa di Singkarak, serta kajian lingkungan pada danau-danau besar di Indonesia, fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan pernah terjadi sebelumnya.

Penjelasan para ahli limnologi menyebut fenomena ini sebagai upwelling atau pembalikan massa air. Perubahan cuaca ekstrem, seperti hujan deras berkepanjangan, angin kencang, atau getaran tanah dapat mengangkat air dari dasar danau ke permukaan.

Air di dasar danau biasanya, Mengandung gas beracun seperti hidrogen sulfida (H₂S) yang berbau belerang, Memiliki oksigen terlarut yang rendah (hipoksia), Mengandung endapan organik hasil pembusukan.

Ketika lapisan dasar naik ke permukaan, ikan dapat mengalami, Kekurangan oksigen, sehingga bergerak ke permukaan, Terganggu oleh gas sulfida, yang menyebabkan ikan tampak seperti mabuk, Penurunan kemampuan berenang secara normal.

Fenomena ini juga pernah menyebabkan kematian ikan budidaya di keramba jaring apung (KJA).

Kejadian serupa pernah tercatat pada 2015, ribuan ikan keramba mati dan banyak ikan terlihat berputar-putar seperti “mabuk”. Investigasi menemukan penyebab utamanya adalah perubahan suhu air danau yang memicu keluarnya belerang dari dasar

Saat itu, ikan liar seperti ikan bilih tidak terdampak signifikan, karena dapat bergerak bebas menghindari area dengan kualitas air buruk.

Fenomena ini paling berisiko terhadap Ikan budidaya di keramba, karena tidak bisa berpindah ke zona aman, Lokasi perairan yang dalam dan dekat area keramba, Daerah yang memiliki endapan organik padat dari sisa pakan dan limbah.

Ikan liar dan ikan endemik lebih mampu menyelamatkan diri karena mobilitasnya tinggi.

Dari sudut pandang kesehatan, Fenomena ini tidak menyebabkan pencemaran kimia dari luar, melainkan reaksi alami dalam danau.Namun ikan yang tampak mabuk, mengapung, atau mati tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sampai ada pemeriksaan kualitas air dan ikan oleh dinas terkait.

Pakar lingkungan merekomendasikan langkah-langkah berikut.

Pengambilan sampel air dan uji laboratorium.

Mengukur oksigen terlarut, pH, kandungan sulfida, dan parameter kualitas air lainnya.

Monitoring titik-titik keramba jaring apung, Untuk mendeteksi lokasi yang berisiko mengalami upwelling.

Peringatan dini kepada pembudidaya, terutama saat terjadi cuaca ekstrem berkepanjangan. Edukasi publik agar menghindari konsumsi ikan yang naik ke permukaan tanpa kepastian keamanan.

Fenomena ikan naik ke permukaan dan bau belerang di Danau Singkarak bukan hal baru dan memiliki penjelasan ilmiah yang jelas. Situasi ini biasanya dipicu oleh perubahan cuaca ekstrim dan dinamika perairan dalam. Meski demikian, otoritas setempat perlu melakukan pemeriksaan resmi untuk memastikan keamanan lingkungan dan menghindari kerugian bagi nelayan maupun pembudidaya.

Pemerintah dan masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak panik, sembari menunggu hasil verifikasi lapangan dari pihak terkait.

#RMS

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.kawasansumbar.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Adrianto