KAWASANSUMBAR.COM
PAYAKUMBUH | (sumbar) Rumah Sakit Adnaan telah menetapkan PT Transklim Indonesia Mandiri sebagai penyedia jasa outsourcing cleaning servis untuk tahun anggaran 2026. Nilai kontraknya diperkirakan sekitar 1,5 Milyar rupiah, dengan proses pemilihan dilakukan melalui sistem E-Katalok Versi 6.
Meskipun telah melalui tahapan pemilihan sesuai ketentuan, terdapat dugaan kejanggalan serta kemungkinan adanya kolusi antara pihak RS Adnaan dengan perusahaan pemenang kontrak. Salah satu poin yang dianggap tidak wajar adalah lokasi perusahaan yang berbasis di Pekanbaru dan belum memiliki riwayat pengalaman kerja di wilayah Sumatera Barat.
Ketika dimintai konfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh Dr. Yanti menyampaikan bahwa urusan lelang berada di wewenang pihak rumah sakit. "Tanya sama PPK karena semuanya tergantung pihak rumah sakit, saya tidak tahu-menahu masalah lelang untuk outsourcing itu," ujarnya secara singkat.
Sementara itu, awak media telah diblokir oleh PPK RS Adnaan selama dua tahun terakhir. Ketika ditanya mengenai alasan pemilihan perusahaan dari luar Sumatera Barat, Direktur RS Adnaan belum dapat memberikan penjelasan. Namun, Wali Kota Payakumbuh menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan. "Akan kita evaluasi, kalau memang benar ada ketidakbenaran, kita akan mutasi direktur rumah sakitnya," ucapnya.
Dugaan kejanggalan tersebut juga membuat beberapa pihak mengajukan pertanyaan terkait peran Wali Kota Zulmaeta, yang dianggap kurang mengawasi atau bahkan terlibat dalam proses penunjukan perusahaan outsourcing. Namun, Wali Kota membantah tuduhan tersebut tegas. "Saya tidak ikut campur apapun proyek di Payakumbuh. Nanti saya akan memanggil dinas terkait untuk mengklarifikasi seluruh proses ini," jelasnya.
Zulmaeta juga mengakui bahwa dirinya sebelumnya pernah menerima tuduhan serupa terkait tender proyek lain, meskipun tidak memiliki keterlibatan dalam setiap tahapan prosesnya.
#Dendi


0 Komentar