KAWASANSUMBAR.COM
LIMA PULUH KOTA | (sumbar) Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (18/8/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan sejumlah warga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota langsung melakukan penanganan di sejumlah lokasi berdasarkan laporan yang diterima.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., mengatakan penanganan dilakukan bersama unsur terkait guna memastikan kondisi warga terdampak serta membersihkan material yang mengganggu akses masyarakat.
Di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang menutup akses jalan nagari dan merusak sejumlah rumah warga.
Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), sebanyak 16 unit rumah warga dan satu unit gudang jamur mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp180 juta.
Selain kerusakan material, peristiwa tersebut juga berdampak terhadap warga. Sebanyak satu orang lanjut usia (lansia) dan satu balita tercatat menjadi korban terdampak. Sementara itu, dua kepala keluarga (KK) harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Penanganan darurat dilakukan secara bersama oleh BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), personel TNI dan Polri, Pemerintah Nagari, serta masyarakat setempat.
Material pohon tumbang yang menutup akses jalan telah berhasil dievakuasi seluruhnya sehingga akses masyarakat kembali dapat digunakan.
Sementara itu, kejadian serupa terjadi di Nagari Tanjuang Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, sekitar pukul 18.32 WIB. Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Sebanyak 7 KK dengan total 18 jiwa tercatat terdampak. Kerusakan meliputi empat unit rumah warga dan satu unit peternakan berupa kandang sapi, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp10,54 juta.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, petugas PLN, perangkat nagari, serta masyarakat terus melakukan pembersihan dan pemulihan pascabencana.
Saat ini, seluruh material pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah warga telah selesai dibersihkan. Satu unit rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atap juga telah selesai diperbaiki dengan pemasangan atap baru.
Adapun tiga unit rumah lainnya yang mengalami kerusakan pada bagian atap masih menunggu proses perbaikan.
Zaimar mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang. Pohon-pohon yang sudah lapuk atau berpotensi membahayakan sebaiknya dipangkas atau ditebang untuk mencegah kejadian yang dapat membahayakan keselamatan,” demikian imbauan BPBD.
BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di lingkungan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
#Dendi





0 Komentar