KAWASANSUMBAR.COM
Pasaman Barat,| (Sumbar) Kabut asap kiriman kembali menyelimuti Kabupan / Kota , Khusus Kabupaten Pasaman Barat Di tengah kualitas udara yang berada pada level tidak sehat, kesadaran msyarakat untuk melindungi diri dengan menggunakan masker masih tergolong minim.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat termasuk Kapolres Pasaman Bara telah membagikan masker kepada sejumlah pengendara sepeda motor. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya diikuti kesadaran warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah kawasan di kabupaten / Kota tampak berkabut dan jarak pandang berkurang.
Kabut asap tersebut diduga merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah provinsi tetangga, termasuk Riau dan Jambi. Asap terbawa pergerakan angin hingga masuk ke wilayah Sumatera Barat, sehingga kualitas udara di sejumlah daerah ikut mengalami penurunan.
Kondisi itu kini mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Khusus Komisi IV DPRD terutama menyangkut keselamatan peserta didik yang tetap menjalankan aktivitas pembelajaran di sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Pasaman Barat Sulaiman meminta Pemda kabupaten Pasaman Barat tidak hanya membagikan masker kepada masyarakat umum, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah.
Menurutnya, seluruh guru dan siswa perlu mendapatkan perlindungan selama kabut asap masih menyelimuti Kabuten Pasaman Barat.
“DPRD Pasaman Barat menyarankan Pemda kabupaten Pasaman Barat untuk membagi-bagikan masker ke sekolah-sekolah. Jadi, selama kabut asap ini, seluruh siswa diwajibkan memakai masker,” ujar Sulaiman Rabu (16/09/2026).
Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas peserta didik berlangsung setiap hari. Pembagian masker dinilai dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat, sembari pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara.
Namun, Sulaiman menilai penggunaan masker tidak harus menjadi satu-satunya pilihan apabila kondisi udara terus memburuk. Jika kabut asap sudah dinilai berisiko terhadap kesehatan, DPRD kabupaten Pasaman Barat mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah lebih tegas.
“Jika kabut asap ini berisiko merusak kesehatan, kami DPRD Pasaman Barat menyarankan agar pendidikan dilaksanakan secara daring selama kabut asap teratasi,” katanya.
#Sutan


0 Komentar