KAWASANSUMBAR.COM
Pasaman Barat,| (Sumbar) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pasaman Barat menggelar lomba fashion show Baju Kurung Basiba Kreasi untuk melestarikan budaya Minangkabau sekaligus mendorong kreativitas perempuan dalam mengembangkan busana tradisional. Kegiatan yang diikuti Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Pasaman Barat itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (3/11), dalam rangka memperingati HUT ke-27 DWP.
Puluhan peserta tampil memperagakan Baju Kurung Basiba dengan berbagai kreasi yang memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern. Meski dikemas secara inovatif, busana yang ditampilkan tetap mempertahankan filosofi, nilai kesopanan, dan identitas perempuan Minangkabau.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail. Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yakni Penasehat DWP Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Bundo Kanduang Pasaman Barat Eti Muhayatsyah, dan Kabid Bina Kelembagaan Perempuan DPPKBP3A Mori Desi.
Turut hadir Wakil Penasehat DWP Pasaman Barat Ny. Gusmalini, Asisten II Afrizal, sejumlah kepala OPD, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Doddy San Ismail mengapresiasi inisiatif DWP yang menghadirkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Minangkabau.
Menurutnya, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan unjuk kreativitas berbusana, tetapi juga wujud kepedulian terhadap pelestarian kearifan lokal, khususnya eksistensi Baju Kurung Basiba sebagai pakaian tradisional perempuan Minangkabau.
“Pelestarian budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru melalui kreativitas dan inovasi, budaya tradisional dapat dikemas lebih menarik dan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Ia berharap para peserta mampu memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan filosofi dan nilai kesopanan yang menjadi identitas pakaian adat Minangkabau.
Pada kesempatan itu, Doddy juga mengajak seluruh Ketua DWP OPD dan kecamatan untuk menghafal Mars DWP. Ia bahkan mendorong agar hafalan lagu organisasi menjadi bagian dari agenda kegiatan mendatang.
Sementara itu, Penasehat DWP Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto mengaku bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai lomba Baju Kurung Basiba Kreasi merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri perempuan Minangkabau.
“Baju Kurung Basiba merupakan pakaian adat yang sarat makna, mencerminkan kehormatan, kesopanan, dan keanggunan perempuan Minang. Melalui sentuhan kreasi hari ini, kita tunjukkan bahwa pakaian tradisional tetap bisa terlihat modis, modern, dan relevan tanpa menghilangkan nilai filosofinya,” ungkapnya.
Ketua DWP Kabupaten Pasaman Barat Ny. Erisa Doddy San Ismail menjelaskan, pemilihan Baju Kurung Basiba sebagai tema lomba bukan tanpa alasan. Busana tersebut merupakan salah satu identitas perempuan Minangkabau yang mencerminkan nilai adat dan agama sebagaimana filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.
“Baju Kurung Basiba memiliki potongan yang longgar dan tidak menampakkan lekuk tubuh. Hal ini mencerminkan nilai kesopanan serta kelapangan hati. Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa pakaian tradisional tetap bisa tampil modis dan relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai kesopanannya,” jelas Erisa.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kekompakan antaranggota DWP dalam mendukung visi dan misi Bupati Pasaman Barat.
Erisa menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anggota DWP untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
“Tahun ini kita masih mengangkat Baju Kurung Basiba khas Sumatera Barat. Namun, tahun depan kami bertekad menampilkan kekhasan Pasaman Barat, seperti batik Pasbar atau sulam ameh Air Bangis,” tutupnya.
Adapun hasil lomba Fashion Show Baju Kurung Basiba Kreasi tersebut adalah Juara 1 diraih nomor urut 07 dari DWP Unit Bappelitbangda, Juara 2 diraih nomor urut 05 dari DWP Unit Dinas Perhubungan, dan Juara 3 diraih nomor urut 35 dari DWP Unit Dinas Ketenagakerjaan. Sementara itu, Harapan 1 diraih nomor urut 29 dari Asisten II, Harapan 2 diraih nomor urut 01 dari BKPSDM, Harapan 3 diraih nomor urut 30 dari Kecamatan Sungai Beremas, dan Juara Favorite diraih nomor urut 26 dari DPUPR.
#Sutan


0 Komentar