Pasaman Barat,Kawasan Sumbar.com--
Ditinggal sholat maghrib, sebuah rumah semi permanen ludes dilalap sijago merah di bukik nilam, kenagarian aua kuniang Rabu 25/03 sekira jam 18:30wib diduga konsleting arus pendek listrik.
Kejadian ini terjadi saat korban Fajar 27 penghuni rumah semi permanen milik dari bapak mudahar itu pergi ke masjid untuk sholat maghrib "Ketika keluar dari masjid,saya melihat kobaran api dari arah rumah. Ketika sampai di dirumah , kobaran api sudah menyala dari bagian atap rumah" ungkapnya.
Api tak terlerai saat Pemadam kebakaran datang, rumah korban sudah rata dengan tanah, dan Pemadam Kebakaran menyemprotkan air ke puing sisa kebakaran agar dipastikan tidak menimbulkan percikan api lagi.
Harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan, hanya pakaian dibadan yang tersisa. Semua perabot rumah tangga satu set Mesin penggiling cabe, dan mesin penggiling tebu ikut ludes terbakar, syukur tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Masyarakat yang hadir di TKP mengatakan bahwa api diduga berasal dari konsleting arus pendek listrik namun sampai saat ini belum ada keterangan pasti dari pihak berwenang.
Korban mengaku baru seminggu tinggal disini "Saya baru ingin berusaha mencari nafkah disini, namun musibah kebakaran menimpa kami
Sementara waktu saya beserta istri dan tiga anak yang masih Balita, terpaksa harus numpang dulu tempat saudara" sambung fajar
Beberapa hari sebelum kejadian kebakaran penghuni memasang bola lampu, karena lampu sebelumnya redup. Lalu dipasang yang terang, saat pemasangan di tes, nyala semalam. Keesokan nya saat menghidupkan lampu teras depan rumah, namun tidak hidup. Lalu diganti bola lampu yang baru, nyala selama dua hari.
Sekitar jam 5 sore tadi Ia menghidupkan lampu teras. Lalu korban pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib dan mengetahui kebakaran setelah melaksanakan sholat magrib
Sementara itu Wali Nagari Aua Kuniang, Dasmon, S. Ap saat dimintai keterangan mengatakan agar keluarga korban sabar dan tawakkal atas musibah yang menimpa Fajar dan keluarga. Dan atas musibah yang menimpa Fajar, kerugian ditaksir sekitar Rp 70 juta.
#(yuda)
Baca Juga
0 Komentar