PASAMAN BARAT, Kawasan Sumbar.Com- - Akibat tingginya curah hujan Kamis, (16/4/2020) beberapa kejorongan seperti, Jorong Lombok, Jorong Irian dan Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat terendam banjir akibat terdampak melimpahnya aliran Sungai Batang Bayang.
Salah seorang warga Jorong Irian, Yusri yang juga mahasiswa dan wartawan di kampusnya disalah satu perguruan tinggi di Sumut ini kepada Insan Pers PerkumpulAn Jurnalis Online Pasbar mengatakan, musibah banjir tersebut diduga datang dari akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Ujunggading selama lebih kurang 6 jam, sejak pagi.
"Banjir seperti ini sudah biasa terjadi, namun sampai sebesar ini baru kali pertama kami alami." ujar Yusri
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah agar tetap memperhatikan sungai-sungai yang saat ini datarannya sudah mulai meninggi.
Harapannya, agar Pemerintah Kabupaten Pasbar bersedia mengorek sungai air bayang yang bertepatan berada di belakang jorong irian ini, atau setidaknya memasang bronjong sebagai penahan air.
"Semoga banjir ini tidak terjadi lagi terutama dalam masa Covid 19 ini," ujarnya.
Yusri lubis menambahkan, kondisi kampungnya menjelang malam hari ini, walaupun air sudah mulai surut namun berada di kegelapan, sebab lampu PLN padam.
Yusri berharap semoga pemerintah peduli dan segera bertindak untuk mengatasi musibah ini, bukan hanya memberikan solusi berupa himbauan untuk sabar.
Saat media ini mencoba menghubungi Kepala Jorong setempat melalui HP nya, untuk mengkonfirnasi lebih lanjut tentang perkembangan banjir tersebut, namun HP nya tidak aktif, mungkin jorong berada di area banjir.
Sementara salah seorang tokoh masyarakat Pangeran Yushadi Lubis mengatakan banjir besar seperti ini baru pertama kali mereka alami, tapi seperti biasa akan cepat surut,
" kami berharap agar pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kejadian ini, dan secepatnya dalam beberapa hari ke depan segera mengeruk sungai batang bayang, sebab bukan saja setiap tahun kami menerima banjir, tapi bila setiap hujan turun sampai lima jam atau lebih, kami akan menerima dampak banjir," keluhnya penuh harap.
**Mislan Rajo Alam***
0 Komentar