MENKO LUHUT SINGGUNG SOAL AKSES TOL DARI DHARMASRAYA DI RAKERNAS APKASI

MENKO LUHUT SINGGUNG SOAL AKSES TOL DARI DHARMASRAYA DI RAKERNAS APKASI


Dhamasraya,KawasanSumbar.com Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, menyinggung soal rencana pembangunan akses jalan menuju tol Trans Sumatera dari Kabupaten Dharmasraya, dalam kesempatan Rakernas XIII APKASI di Bali, yang disiarkan langsung melalui youtube APKASI, Sabtu (19/6/2021) lalu. 


Kata Luhut, pemerintah tengah menargetkan beberapa pembangunan infrastruktur rampung dalam waktu dekat. Diantaranya Tol Trans Sumatera, yang ditargetkan rampung pada tahun 2023-2024.


"Palembang sampai ke Bengkulu, Lampung, harus kita potong bisa jalan. Kemudian Pekanbaru sampai Padang, harus jalan. Kemudian kemarin Ketua APKASI juga bilang dari Dharmasraya, nanti akan kita lihat. Juga dari Medan sampai Sibolga," ungkapnya.


Luhut menyebutkan, anggaran untuk membangun infrastruktur terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2020, imbuhnya, anggaran infrastruktur mencapai Rp 423 triliun.


"Ada yang bilang dengan krisis jangan membangun, itu adalah policy yang salah. Justru kita harus membangun, tapi dengan perencanaan yang baik, eksekusi yang baik, pengawasan yang baik. Dan memang disiapkan project base, dimana project itu memang dibutuhkan dan bisa menimbulkan ekonomi," pungkas Luhut.


Jika banyak pihak yang menyebut pembangunan infrastruktur banyak didanai dari utang, menurut Luhut, tidak masalah, asalkan bisa bayar sendiri.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur di daerah yang membutuhkan konektifitas akan menumbuhkan simpul ekonomi baru.


"Sama dulu seperti membangun tol Jagorawi, orang kan 30-40 tahun lalu kok gini, ini sama, akibat jalan ini nanti 15-20 tahun akan timbul simpul-simpul ekonomi baru lagi, karena ada transportasi. Nah, anda yang jadi bupati di daerah, harus bisa melihat itu. Jangan hanya melihat, "kok hutang?" pungkasnya.


Padahal, kata Luhut, tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa membangun tanpa utang. Utang Indonesia saat ini yang berkisar 40 persen dari PDB pun dianggap lebih baik dibanding AS dengan porsi sekitar 100 persen dari PDB.


Rahmat J/ hms

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.kawasansumbar.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Adrianto