KAWASANSUMBAR.COM
Pantai Air manis yang merupakan Objek wisata pantai yang terkenal dengan batu Malin Kundang,dari wisatawan yang datang kesana keluhkan terkait akses tangga menuju batu legendaris tersebut. Sudah beberapa hari terakhir ditutup, tangga yang seharusnya menjadi jalur utama bagi pengunjung untuk melihat dari dekat Batu Malin Kundang, justru ditutup menggunakan kayu atau dipalang.
kepada awak media pengunjung wisatawan mengatakan, kecewa,Ada apa ? Kenapa tangga untuk turun ke batu Malin Kundang di tutup pakai kayu atau di palang,kami datang ingin melihat batu malin kundang,justru ditutup,"Ucapnya
lebihlanjut dikutib dari salinka media Penutupan akses tangga yang sudah berlangsung beberapa hari ini menimbulkan pertanyaan di kalangan wisatawan. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa tangga yang seharusnya menjadi fasilitas publik justru ditutup?
Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya menyampaikan dugaan adanya praktik “main mata” antara pedagang dan petugas terkait penutupan tangga tersebut. “Kami menduga ada kepentingan tertentu di balik penutupan tangga ini. Sepertinya ada upaya untuk mengarahkan pengunjung agar hanya bisa turun melalui area pedagang,” ujarnya.
“Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Batu Malin Kundang adalah ikon wisata Kota Padang yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Seharusnya, pemerintah kota memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas dan aksesibilitas objek wisata ini.”
Narasumber yang menanyai beberapa pengunjung berharap agar tidak ada lagi penutupan tangga di area wisata Batu Malin Kundang. “Kami berharap tangga segera dibuka kembali agar wisatawan memiliki akses yang bebas untuk turun dan naik di area wisata Batu Malin Kundang. Tidak seharusnya wisatawan dipaksa untuk hanya bisa turun melalui area pedagang,” tegasnya.
“Pemerintah Kota Padang diharapkan segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini. Akses tangga menuju Batu Malin Kundang harus segera dibuka kembali demi kenyamanan dan kepuasan wisatawan yang berkunjung. Jangan sampai citra objek wisata andalan Kota Padang ini tercoreng akibat masalah sepele seperti ini.” ujarnya
#Adtara


0 Komentar