Kota Padang, Kawasansumbar.com -- Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Barat sukses menyelenggarakan Rapat Integrasi Penataan Aset serta Penataan Akses dan Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025 yang bertempat di Aula Rumah Gadang, Lt. 3 Kanwil BPN Provinsi Sumatera Barat pada Hari Kamis (09/11/2025).
Dalam agenda ini hadir Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Barat, pimpinan OPD, pejabat administrator Kanwil BPN Sumatera Barat, kepala kantor pertanahan, perwakilan instansi vertikal, hingga akademisi yang tergabung sebagai Tim GTRA Provinsi Sumatera Barat. Acara dilaksanakan secara Half Day dengan luring dan daring diikuti oleh kantor pertanahan se Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Barat selaku Ketua Pelaksana Harian GTRA Teddi Guspriadi S.SiT., M.Sc. menyampaikan Rapat Integrasi Penataan Aset serta Penataan Akses dan Rapat Koordinasi Akhir diselenggarakan setelah seluruh rangkaian tahapan kegiatan GTRA dilaksanakan guna untuk mengevaluasi penyelenggaraan GTRA serta apresiasi atas sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak sejak tahapan awal hingga rapat akhir. Ia menekankan pentingnya Tim GTRA Provinsi Sumatera Barat untuk memaksimalkan dalam berkolaborasi dan bersinergi serta lebih berperan aktif pada program kerja yang ada pada OPD dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan GTRA Provinsi Sumatera Barat pada tahun berikutnya lebih memiliki nilai manfaat serta berdampak langsung secara sosial ekonomi kepada masyarakat penerima sertipikat melalui program redistribusi tanah untuk tercapainya percepatan Reforma Agraria.
Rapat ini dibuka oleh Bapak Adhiyarsyah, S.T., M.T selaku Kepala Dinas
Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Sementara itu, dalam arahannya menegaskan Pelaksanaan tugas GTRA Tahun 2025 ini merupakan tahun ke delapan, karena itulah melalui Rapat Koordinasi Akhir ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, evaluasi terhadap target dan capaian, evaluasi atas kendala dan hambatan yang dihadapi sehingga kemudian dapat merumuskan solusi, melahirkan rumusan rekomendasi, mempertajam program kegiatan untuk upaya pelaksanaan Reforma Agraria ditahun yang akan datang. Ia mengapresiasi kontribusi BPN Sumatera Barat dan seluruh anggota GTRA dalam mempercepat program strategis nasional ini. Menurutnya, reforma agraria bukan hanya soal tanah, tetapi juga menyangkut pemerataan kesejahteraan, keadilan sosial, dan penguatan ketahanan pangan di Sumatera Barat. Dengan sinergi, kolaborasi, pemerintah optimis cita-cita menciptakan tata kelola pertanahan yang adil, produktif, dan berkelanjutan dapat tercapai sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Semoga hasil yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memperkuat pelaksanaan Reforma Agraria yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi Masyarakat.
Ria


0 Komentar