KAWASANSUMBAR.COM
SARILAMAK,- | (sumbar) Pengerjaan sejumlah proyek fisik di Kabupaten Limapuluh Kota kini sedang disorot. Ada indikasi proyek-proyek fisik yang dananya mencapai Miliaran Rupiah dikondisikan oleh orang-orang dilingkaran bupati.
Salah satu contoh, yakni proyek Puskesmas Banja Loweh senilai Rp 2,7 Miliar. Proyek dengan sistem E-Katalok tersebut dikerjakan oleh perusahaan CV Pangeran Di Sukses.
Apabila ditelusuri lebih jauh, ternyata proyek tersebut dikerjakan oleh tim sukses bupati sekaligus orang kampung bupati di Sariak Laweh, Akabiluru.
Hal tersebut bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Limapuluh Kota Safni saat debat kandidat calon kepala daerah di Pilkada 2024 lalu.
Saat itu, diatas panggung, Safni dengan menggebu-gebu sangat anti dengan nepotisme yang mengarah ke korupsi yang tidak akan melibatkan tim sukses ataupun keluarga pada kegiatan yang bersumber dari keuangan daerah.
Tetapi, kenyataannya, belum setahun menjabat, malahan proyek dengan nilai fantastis dikuasi oleh orang-orang dilingkaran Bupati Safni.
Terkait itu, dengan situasi yang sedang dalam sorotan publik, hanya Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha getol secara nyata untuk menolak nepotisme tersebut.
Wakil Bupati mengaku, tidak terlibat dan tidak ada mengkondisikan secara subjektif kegiatan fisik seperti di Rumah Sakit Achmad Darwis dan Puskesmas Banja Loweh.
"Kita mengantisipasinya dengan komitmen pakta integritas anti korupsi. Karena kita ingin periode kini Pemerintah Daerah Limapuluh Kito bisa zero case," ujar Ahlul Badrito.
#dendi


0 Komentar