KAWASANSUMBAR.COM
Pasaman Barat | (Sumbar) Nagari Tandikek kec. Kinali kab.Pasaman Barat melaksanakan Gerakan tanam cabai melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan adalah upaya yang di lakukan oleh berbagai pihak dalam rangka upaya meningkatkan ketahanan Pangan mandiri, seperti kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Nagari Tandikek ini bersama seluruh masyarakat.
Kegiatan ini selain untuk mendorong antusias masyarakat menanam cabai dan tanaman sayuran lainnya di pekarangan rumah atau lahan terbatas, juga berdasarkan adanya Surat edaran Bupati Pasaman Barat, Nomor : 188.45/943/Bup-Pasbar/2025, tentang Gerakan Tanam Cabai di pekarangan.
Demikian antara lain disampaikan oleh Pj. Wali Nagari Tandikek, DR. Farida Aini, SE.MM. Kamis 13 - 11 - 2025
Farida menambahkan, gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, terutama sebagai upaya mengendalikan inflasi harga cabai, dan memberdayakan masyarakat, khususnya rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Dikatakannya lagi, selain tujuan tersebut di atas juga hal ini merupakan upaya dalam menggerakan masyarakat akan pentingnya upaya peningkatan ekonomi keluarga secara mandiri melalui kegiatan sederhana yang diciptakan dilingkungan sekitar kita, dengan terpenuhinya kebutuhan pangan melalui hasil sendiri maka akan membantu meminimalisir terhadap pengeluaran rumah tangga.
"Tujuan utamanya adalah meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mengendalikan inflasi harga cabai, serta membina masyarakat yang mampu menciptakan pangan mandiri ," ujar Farida
Dalam gerakan tanam cabai serentak tersebut, terlihat Pj. Wali Nagari Tandikek, DR. Farida Aini, SE.MM. bersama seluruh lembaga yang ada di Masyarakat seperti; Bamus atau Badan Permusyawaratan Nagari, Yayasan Pendidikan Wanita Islam (YBWI), KPM, Pengurus Wirid Yassin, LPMN, Kader Posyandu, dan Kelompok Dasawisma serta masyarakat, bahu membahu dengan antusias hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Diterangkan Farida lagi, pelaksanaan kegiatan gotong royong penanaman cabe ini di mulai dari lingkungan kantor wali nagari sampai ke pekarangan -pekarangan rumah masyarakat.
"Sedangkan tempat yang digunakan untuk menanam cabe tersebut, selain menggunakan Polybag juga memanfaatkan limbah karung bekas beras serta kemasan minyak dan lainnya, sedangkan media tanam, kita menggunakan tanah dari gorong-gorong/drainase yang menutupi sepanjang jalan nagari, sebab tanah tersebut sangat bermanfaat dan mengandung pupuk organik, bukan itu saja, dengan memanfaatkan tanah tersebut, berarti secara tidak langsung, kegiatan ini, masyarakat telah membantu ikut membersihkan endapan tanah di saluran gorong-gorong / drainase, hingga dapat melancarkan saluran limbah,"terang Farida.
Farida juga menyampaikan, Pemerintahan nagari juga memberikan bantuan kepada kelompok dasawisma dan kepada penggiat penanam cabe dan tanaman sayuran lainnya. "hal ini kita lakukan agar penggiat lainnya, khususnya kelompok dasawisma diharapkan dapat menjadi pilot projek dalam rangka mengatasi inflasi di nagari," ungkap Farida.
Pj. Wali Nagari Tandikek, Farida Aini, juga berharap agar kegiatan ini berkelanjutan dan dapat menjadi contoh bagi yang lain.
"Dengan adanya gerakan tanam Cabai serentak ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan ikut berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga," pungkasnya mengakhiri.
#Sutan


0 Komentar