KAWASANSUMBAR.COM
Lima Puluh Kota | (sumbar) Komitmen Kepala Daerah untuk tidak adanya pengkondisian dan transaksional jabatan disambut antusias ASN.
Lelang jabatan semua mengikuti seleksi terbuka (asesmen) untuk mengisi 6Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Pemkab lima puluh Kota Tahapan seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural berlangsung adapun eselon II yakni yang dillinger sebagai berikut
1.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
2.Kepala Dinas Kesehatan
3Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
4.Kepala Badan kepegawain dan pengembangan Sumber Daya Manusia
5.Kepala Badan Perencanaan,Pengembangan dan Penelitian
6.Kepala Pelaksana Badan Penangunglangan Bencana Daerah
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan di UPT Penilaian Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tanjung pati, yang berlokasi di
Ahlul Badrito Resha kepada Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemkab Kabupaten Lima puluh Kota agar seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan transparan. Ia menekankan bahwa kompetensi peserta harus menjadi pertimbangan utama dalam seleksi jabatan strategis tersebut.
“Saya sudah perintahkan kepada tim pansel agar seleksi dilaksanakan secara transparan dan benar-benar melihat kompetensi masing-masing peserta. Kompetensi ini penting sebagai penunjang kinerja di pemerintahan,” tegas Wakil Bupati melalui keterangan ke awak media yang diterima pada Senin (30/11/2025).
Selain itu, Ahlul Badrito Resha menyoroti pentingnya sikap responsif dari para calon pejabat. Menurutnya, kemampuan merespons cepat permasalahan yang terjadi di lapangan menjadi aspek penting dalam kepemimpinan birokrasi.
“Orang pintar kalau tidak responsif juga susah. Jadi dua hal yang saya tekankan ke pansel: pertama kompetensi, kedua responsif,” ujarnya.
Lebih lanjut, wakil Bupati mengingatkan bahwa pejabat yang dibutuhkan adalah mereka yang memiliki dedikasi tinggi, mampu berkolaborasi, dan membangun komunikasi lintas instansi atau organisasi. Hal ini, menurutnya, sangat krusial dalam membangun sistem pemerintahan yang solid dan sinergis.
“Kita ini kerja tim, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Jadi komunikasi antarinstansi itu penting,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seleksi ini dibuka secara luas dan tidak ada intervensi dari dirinya sebagai kepala daerah.
“Saya tidak pernah melarang orang untuk mendaftar dan juga tidak menyuruh. Saya tidak mau ada yang bekerja karena disuruh, tapi harus berdasarkan inisiatif,
Kapasitas menunjang kinerja dengan penguasaan kemampuan teknis, manajerial, dan pengalaman. Kredibilitas berisi kepercayaan karena sikap, moral, dan rekam jejak. Integritas berkaitan dengan kejujuran, kepatuhan pada hukum, anti korupsi, dan keteladanan.
Kapasitas tanpa integritas membuat pejabat “pintar tapi rawan salahgunakan kewenangan”. Integritas tanpa kapasitas menimbulkan “pejabat baik tapi tidak mampu bekerja”. Kredibilitas akan mengikuti jika kapasitas + integritas berjalan konsisten ujar Ahlul Badrito Resha
#Dendi


0 Komentar