Sumbar, ks – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) resmi memulai Operasi Kepolisian Terpusat di bidang lalu lintas dengan sandi "Operasi Keselamatan Singgalang 2026". Dimulainya operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, pada Senin (2/2/2026) pagi di lapangan Apel Mapolda Sumbar.
Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam amanat Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dibacakan oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin selaku pimpinan apel mengungkapkan bahwa operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi hasil Operasi Keselamatan tahun 2025 yang mencatatkan penurunan jumlah kecelakaan sebesar 22%, namun terdapat kenaikan angka fatalitas (korban meninggal dunia) sebesar 33%.
"Tujuannya adalah mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan refleksi terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Kita ingin masyarakat merasa aman dan nyaman menyambut pelaksanaan Operasi Ketupat (mudik lebaran) nanti," ujar Wakapolda Sumbar.
Beberapa poin instruksi dalam operasi tahun ini meliputi yaitu Deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan macet serta kecelakaan, Sosialisasi masif melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas pada saat arus mudik/balik, dan Penegakan hukum melalui ETLE (Static & Mobile) serta pemberian teguran secara humanis.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambhkan bahwa seluruh personel di lapangan telah diinstruksikan untuk mengedepankan sisi humanis dan menghindari tindakan yang kontraproduktif.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda, personel harus mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Kami mengimbau warga untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas bukan karena takut ditilang, melainkan karena sadar akan keselamatan pribadi dan orang lain," kata Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kunci kesuksesan operasi ini.
"Kami menjalin kerja sama aktif dengan stakeholder terkait agar pelayanan kepada masyarakat tetap bersih dari praktik KKN dan profesional dalam bertugas," tutupnya.


0 Komentar