KAWASANSUMBAR.COM
Yala, Thailand Selatan | (sumbar) Kota Padang Panjang kembali menunjukkan kiprah internasionalnya dalam ajang Melayu Day ke-11 yang digelar pada 13-15 Februari 2026 di Chang Phuak Park (Sanam Chang Phueak), Yala, Thailand.
Festival budaya tahunan ini menjadi ruang diplomasi serumpun Melayu yang mempertemukan Thailand Selatan, Indonesia, dan Malaysia. Tahun ini, sekitar 30.000 pengunjung memadati lokasi acara yang menampilkan pameran kerajinan, produk UMKM, kuliner khas, hingga promosi pariwisata.
Di tengah semarak festival, Stand Padang Panjang tampil menonjol dengan mengusung identitas Kota Pendidikan dan Pariwisata Islami Berbasis Ekonomi Kreatif. Kehadiran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang Panjang di bawah kepemimpinan Maria Feronika Hendri Arnis semakin memperkuat daya tarik produk kriya dan UMKM unggulan yang dipamerkan.
Antusiasme pengunjung dan delegasi mancanegara menjadi bukti bahwa produk lokal Padang Panjang memiliki daya saing di pasar regional. Diskusi peluang kerja sama, penjajakan distribusi produk, hingga promosi wisata menjadi hasil konkret dari partisipasi tersebut.
Kehadiran Indonesia dalam festival ini turut difasilitasi oleh KRI Songkhla yang mendorong UMKM potensial untuk melakukan survei pasar dan memperluas jaringan bisnis. Sementara dari Malaysia, promosi pariwisata juga diperkuat melalui dukungan resmi Konsulat Jenderal Malaysia di Songkhla dalam rangka Tahun Melawat Malaysia 2026.
Prospek dan Manfaat bagi Daerah
Partisipasi Padang Panjang bukan sekadar tampil di panggung budaya, tetapi langkah strategis membuka akses pasar Asia Tenggara. Festival ini menjadi momentum pemetaan karakter konsumen Thailand Selatan sekaligus membangun jejaring bisnis lintas negara.
Manfaatnya berlapis,
UMKM berpeluang menembus pasar ekspor skala kecil-menengah.
Promosi wisata kota menjangkau pasar internasional
Penguatan citra daerah sebagai kota kreatif dan religius
Terbukanya jaringan investasi dan kolaborasi usaha
Dengan jumlah pengunjung mencapai puluhan ribu orang, potensi promosi yang diperoleh setara dengan kampanye pemasaran bernilai besar. Bagi kota dengan penduduk sekitar 50 ribu jiwa, keikutsertaan ini adalah lompatan strategis.
Festival Melayu Day ke-11 membuktikan bahwa daerah yang berani tampil dan membangun jejaring global akan memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang. Padang Panjang tidak sekadar hadir, tetapi memperkenalkan kualitas, membangun kepercayaan, dan membuka peluang.
Sebuah langkah inspiratif yang menunjukkan bahwa dari kota kecil, cita-cita besar bisa diwujudkan.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjadikan Padang Panjang sebagai kota kecil yang terhubung dengan jejaring ekonomi Asia Tenggara.”
#RMA


0 Komentar