Padang, Kawasansumbar.com -- Perkembangan teknologi digital dan penginderaan jauh memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi mengenai kondisi permukaan bumi. Dalam bidang pertanahan, drone dan citra satelit dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan survei, pemetaan, inventarisasi, identifikasi, serta pemantauan perubahan penggunaan tanah.
Keduanya dapat memberikan gambaran kondisi wilayah secara spasial, tetapi memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.
Yang perlu dipahami, drone dan citra satelit merupakan teknologi pendukung dalam kegiatan pertanahan, bukan secara otomatis menggantikan seluruh proses pengukuran dan pemetaan bidang tanah.
1. Apa Itu Drone dan Citra Satelit?
Drone
Drone adalah pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera atau sensor untuk mengambil data dari udara.
Data yang diperoleh dapat berupa foto udara yang kemudian diolah menggunakan metode fotogrametri untuk menghasilkan berbagai produk informasi spasial, seperti:
Ortofoto/orthophoto;
Model permukaan;
Model 3D;
Data ketinggian; dan
Informasi spasial lainnya.
Karena terbang pada ketinggian yang relatif rendah, drone dapat menghasilkan informasi visual yang sangat detail pada area tertentu.
Citra Satelit
Citra satelit merupakan gambaran permukaan bumi yang diperoleh melalui sensor yang berada pada satelit.
Salah satu keunggulannya adalah kemampuan mencakup wilayah yang sangat luas.
Citra satelit dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi suatu wilayah dan membandingkan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Keduanya termasuk teknologi penginderaan jauh yang dapat membantu memperoleh informasi mengenai permukaan bumi tanpa harus melakukan pengamatan langsung pada seluruh wilayah.
2. Bagaimana Drone Membantu Pemetaan Pertanahan?
Drone memiliki keunggulan pada kemampuan memperoleh foto udara secara detail pada lokasi tertentu.
Dalam kegiatan pertanahan, drone dapat membantu dalam beberapa hal.
a. Memperoleh Foto Udara Beresolusi Tinggi
Drone dapat mengambil foto udara dengan tingkat detail yang tinggi sehingga berbagai objek di permukaan tanah dapat terlihat lebih jelas.
Misalnya:
Jalan;
Bangunan;
Saluran air;
Sungai;
Pagar;
Vegetasi; dan
Kenampakan fisik lainnya.
Informasi tersebut dapat membantu petugas memahami kondisi wilayah sebelum maupun saat melakukan kegiatan survei.
b. Membuat Ortofoto
Foto yang diperoleh drone dapat diproses menjadi ortofoto.
Ortofoto merupakan foto udara yang telah melalui proses koreksi geometrik sehingga posisi objek pada foto dapat direpresentasikan secara lebih tepat secara spasial.
Ortofoto dapat digunakan sebagai salah satu data dasar atau data pendukung pemetaan, tergantung tujuan dan standar teknis kegiatan yang dilakukan.
c. Membantu Identifikasi Bidang Tanah
Kenampakan fisik di lapangan dapat membantu dalam proses identifikasi kondisi suatu bidang tanah.
Misalnya, keberadaan:
Pagar;
Jalan;
Bangunan;
Saluran;
Sungai; atau
Perubahan penggunaan lahan
dapat menjadi informasi pendukung untuk memahami kondisi bidang tanah.
Namun, kenampakan fisik tersebut tidak selalu identik dengan batas yuridis bidang tanah.
Karena itu, interpretasi foto udara tetap perlu dikaitkan dengan data pertanahan dan, apabila diperlukan, dikonfirmasi melalui pengecekan atau pengukuran lapangan.
d. Mendukung Kegiatan Survei dan Pemetaan
Data drone dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam:
Perencanaan survei;
Persiapan kegiatan pengukuran;
Pengecekan kondisi wilayah;
Identifikasi lokasi tertentu;
Pemutakhiran informasi spasial; dan
Dokumentasi kondisi lapangan.
Dengan adanya informasi awal dari udara, petugas dapat memiliki gambaran mengenai kondisi wilayah sebelum melakukan pekerjaan lapangan.
e. Mendokumentasikan Kondisi Wilayah
Drone juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan kondisi suatu wilayah pada waktu tertentu.
Jika dilakukan secara berkala, dokumentasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan perubahan kondisi wilayah.
Misalnya, dapat terlihat perubahan dari lahan terbuka menjadi kawasan terbangun atau perubahan penggunaan lahan lainnya.
3. Bagaimana Citra Satelit Membantu Pemetaan Pertanahan?
Jika drone lebih sesuai untuk pemetaan detail pada area tertentu, citra satelit memiliki keunggulan dalam cakupan wilayah yang luas.
Citra satelit dapat membantu kegiatan pertanahan dalam:
1. Inventarisasi dan Identifikasi Penggunaan Tanah
Citra dapat membantu memberikan gambaran mengenai pola penggunaan tanah dalam suatu wilayah.
2. Melihat Perkembangan Permukiman
Perubahan kawasan permukiman dapat diamati melalui perbandingan citra pada waktu yang berbeda.
3. Mengidentifikasi Perubahan Tutupan atau Penggunaan Lahan
Perubahan lahan dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya dapat menjadi indikasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
4. Mendukung Pemetaan Wilayah
Citra satelit dapat memberikan gambaran spasial dalam cakupan yang luas sehingga bermanfaat sebagai salah satu sumber data pemetaan.
5. Menentukan Lokasi yang Perlu Dicek
Hasil interpretasi citra dapat membantu menentukan lokasi prioritas yang memerlukan pengecekan lapangan.
6. Memantau Perubahan dari Waktu ke Waktu
Citra dari waktu yang berbeda dapat dibandingkan untuk melihat perubahan kondisi suatu wilayah.
7. Mendukung Perencanaan Survei dan Pemetaan
Informasi dari citra dapat membantu petugas dalam menentukan strategi dan lokasi kegiatan lapangan.
4. Apa Perbedaan Drone dan Citra Satelit?
Aspek Drone Citra Satelit
Cakupan wilayah Relatif terbatas Sangat luas
Detail objek Dapat sangat detail, tergantung sensor dan ketinggian Bergantung pada resolusi citra
Pengambilan data Dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi kegiatan Bergantung pada ketersediaan/perekaman satelit
Waktu pengambilan Dapat direncanakan sesuai kebutuhan Bergantung pada jadwal/lintasan satelit dan kondisi
Pengolahan Fotogrametri, ortofoto, DSM/DTM, dan 3D Analisis dan interpretasi citra
Kegunaan utama Pemetaan detail pada area tertentu Pemantauan dan analisis wilayah luas
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa drone dan citra satelit bukan teknologi yang saling menggantikan.
Keduanya justru dapat digunakan secara saling melengkapi.
5. Bagaimana Keduanya Dapat Digunakan Bersama?
Penggunaan drone dan citra satelit dapat dilakukan secara bertahap.
Contohnya:
Citra Satelit
⬇️
Mengidentifikasi wilayah yang perlu diperhatikan
⬇️
Menentukan lokasi prioritas
⬇️
Drone
⬇️
Memperoleh foto udara yang lebih detail
⬇️
Analisis Data
⬇️
Pengecekan Lapangan
⬇️
Data Pertanahan/Pemetaan
Dengan pola tersebut, citra satelit dapat membantu melihat gambaran besar, sedangkan drone dapat memberikan detail pada lokasi tertentu.
6. Apakah Drone dan Citra Satelit Bisa Menggantikan Pengukuran Tanah?
Tidak secara langsung.
Ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami masyarakat.
Drone dan citra satelit dapat membantu melihat, mengidentifikasi, dan menganalisis kondisi permukaan tanah. Namun, dalam kegiatan pertanahan yang membutuhkan kepastian mengenai letak, batas, dan luas bidang tanah, tetap diperlukan metode pengukuran dan prosedur sesuai ketentuan teknis dan hukum pertanahan.
Mengapa?
Karena batas yang terlihat secara fisik belum tentu sama dengan batas hak atas tanah.
Misalnya, pada foto udara terlihat sebuah pagar.
Pagar tersebut dapat menjadi informasi mengenai batas fisik yang ada di lapangan, tetapi belum tentu pagar tersebut merupakan batas yuridis bidang tanah.
Karena itu, data hasil drone atau citra satelit perlu dikaitkan dengan data pertanahan dan, apabila diperlukan, dilakukan verifikasi atau pengukuran di lapangan.
7. Apa Keuntungan Teknologi Ini bagi Pemetaan Pertanahan?
Pemanfaatan drone dan citra satelit dapat memberikan berbagai manfaat.
1. Lebih Efisien
Informasi awal suatu wilayah dapat diperoleh tanpa harus langsung melakukan pengecekan seluruh lokasi secara fisik.
2. Membantu Menentukan Lokasi Prioritas
Petugas dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian atau pemeriksaan lebih lanjut.
3. Memperkuat Informasi Spasial
Foto udara dan citra memberikan gambaran mengenai kondisi permukaan bumi yang dapat digunakan sebagai data pendukung.
4. Memudahkan Pemantauan Perubahan
Data dari waktu yang berbeda dapat dibandingkan untuk melihat perubahan penggunaan tanah.
5. Mendukung Perencanaan Kegiatan Lapangan
Informasi awal dapat membantu menentukan lokasi, metode, dan kebutuhan survei lapangan.
6. Mendukung Pemutakhiran Data
Data terbaru dapat membantu proses pembaruan informasi spasial apabila digunakan sesuai standar dan tujuan kegiatan.
8. Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Drone dan Citra Satelit?
Meskipun memberikan banyak manfaat, data dari drone dan citra satelit tetap perlu digunakan secara tepat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Kualitas Data
Resolusi dan kualitas data akan memengaruhi kemampuan dalam melihat objek di permukaan.
Ketelitian Posisi
Data spasial harus memiliki ketelitian yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Kondisi Pengambilan Data
Awan, bayangan, cuaca, kondisi pencahayaan, dan faktor lainnya dapat memengaruhi kualitas citra atau foto udara.
Interpretasi
Tidak semua objek yang terlihat pada citra dapat langsung disimpulkan status atau batas hukumnya.
Verifikasi Lapangan
Untuk informasi yang membutuhkan kepastian kondisi aktual, pengecekan lapangan tetap penting.
Kesesuaian dengan Data Pertanahan
Data hasil penginderaan jauh perlu dikaitkan dengan data pertanahan yang relevan agar interpretasi tidak hanya berdasarkan kenampakan visual.
9. Contoh Pemanfaatannya dalam Kegiatan Pertanahan
Bayangkan terdapat suatu wilayah yang cukup luas dan pemerintah ingin mengetahui apakah terjadi perubahan penggunaan tanah.
Tahap awal dapat menggunakan citra satelit untuk melihat seluruh wilayah.
Dari hasil analisis ditemukan beberapa lokasi yang menunjukkan perubahan signifikan.
Lokasi tersebut kemudian menjadi prioritas.
Untuk memperoleh informasi yang lebih detail, dapat dilakukan pengambilan data menggunakan drone pada lokasi tertentu.
Hasil foto udara kemudian dibandingkan dengan data pertanahan dan informasi lainnya.
Apabila diperlukan kepastian mengenai kondisi dan batas bidang tanah, dilakukan pengecekan atau pengukuran lapangan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, teknologi digunakan untuk membantu pekerjaan menjadi lebih terarah, bukan untuk menghilangkan seluruh tahapan survei dan pengukuran.
10. Drone, Citra Satelit, dan Masa Depan Pemetaan Pertanahan
Perkembangan teknologi penginderaan jauh membuka peluang semakin luas bagi peningkatan kualitas data spasial.
Citra satelit dapat memberikan informasi dalam skala wilayah yang luas, sedangkan drone dapat memberikan detail yang lebih tinggi pada lokasi tertentu.
Apabila dikombinasikan dengan data pertanahan, teknologi pengukuran, sistem informasi geografis, dan verifikasi lapangan, berbagai sumber data tersebut dapat membantu menghasilkan informasi pertanahan yang semakin lengkap.
Prinsipnya bukan menggantikan peran petugas atau pengukuran lapangan, tetapi memanfaatkan teknologi untuk membuat pekerjaan survei dan pemetaan menjadi lebih efektif, efisien, dan berbasis data.
Kesimpulan
Drone dan citra satelit merupakan teknologi penginderaan jauh yang dapat membantu kegiatan pemetaan pertanahan.
Citra satelit memiliki keunggulan dalam memberikan gambaran wilayah yang luas, sedangkan drone dapat memberikan informasi yang lebih detail pada area tertentu.
Keduanya dapat digunakan untuk membantu:
Inventarisasi;
Identifikasi penggunaan tanah;
Pemantauan perubahan;
Perencanaan survei;
Dokumentasi;
Pemutakhiran informasi spasial; dan
Penentuan lokasi yang perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Namun, perlu ditegaskan bahwa drone dan citra satelit bukan pengganti otomatis bagi pengukuran bidang tanah.
Kenampakan objek pada foto udara atau citra satelit tidak selalu sama dengan batas hak atas tanah. Untuk memperoleh kepastian mengenai letak, batas, dan luas bidang tanah, tetap diperlukan metode pengukuran dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadi, teknologi dapat membantu kita melihat lebih luas, menemukan lebih cepat, dan bekerja lebih efisien. Tetapi untuk memastikan kondisi dan batas bidang tanah secara tepat, data teknologi tetap perlu ditempatkan dalam satu rangkaian dengan data pertanahan dan, apabila diperlukan, verifikasi serta pengukuran di lapangan.
Teknologi membantu melihat tanah. Data pertanahan membantu memahaminya. Pengukuran memastikan posisi, batas, dan luasnya.
RIA


0 Komentar