KAWASANSUMBAR.COM
Pasaman Barat ,| (sumbar) Pilwana Pasaman Barat 2026 diproyeksikan menjadi momentum demokrasi bagi masyarakat nagari di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pemerintah daerah memastikan pemilihan wali nagari serentak berlangsung di 87 nagari pada 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat H.Erianto, menilai pelaksanaan Pilwana serentak tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola nagari yang demokratis, transparan, dan partisipatif. Namun ia mengingatkan, setiap tahapan Pilwana berpotensi melahirkan perbedaan pilihan politik yang tidak terhindarkan.
“Pilwana adalah ruang masyarakat menentukan pemimpin sesuai aspirasi. Tapi perbedaan pilihan tidak boleh memecah hubungan badunsanak,” ujar Erianto Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, di Pasaman Barat nagari tidak sekadar berfungsi sebagai unit administratif, tetapi juga menjadi ruang sosial yang diikat kekerabatan adat dan hubungan suku. Kondisi itu membuat dinamika Pilwana kerap lebih emosional dibanding pemilu formal karena dapat memengaruhi relasi keluarga, surau, hingga lapau sebagai ruang percakapan publik.
Erianto menegaskan pemilihan wali nagari harus dipahami sebagai proses mencari pemimpin terbaik, bukan ajang polarisasi. Ia mengajak masyarakat menunjukkan kedewasaan politik, membuka ruang dialog, dan menghormati pilihan individu demi menjaga harmoni nagari.
“Kemenangan dan kekalahan harus diterima dengan kedewasaan, diimbangi rasa persaudaraan yang kuat,” katanya.
Ia juga menempatkan peran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sebagai penjaga keseimbangan sosial pasca kontestasi Pilwana Padang Pariaman 2026. Mereka diharapkan mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan afiliasi politik.
Ajakan tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau duduak samo randah, tagak samo tinggi, yang menempatkan musyawarah dan mufakat di atas konflik terbuka. Dalam konteks Pilwana Pasaman Barat 2026, nilai itu akan diuji untuk memastikan demokrasi elektoral berjalan selaras dengan demokrasi adat yang menjunjung persaudaraan.
Erianto menyebut tahapan Pilwana telah dimulai. Pengumuman pendaftaran bakal calon wali nagari berlangsung hingga dilanjutkan masa pendaftaran serta pemungutan dan penghitungan suara di seluruh nagari peserta
Bagi Pasaman Barat, Pilwana Pasaman Barat 2026 bukan sekadar agenda politik lokal. Ia menyebut ajang tersebut menjadi cermin kemampuan masyarakat adat memadukan modernitas demokrasi dengan nilai badunsanak yang diwariskan turun-temurun.
“Dengan semangat persatuan dan persaudaraan, masyarakat dapat tetap damai dan sejahtera meski berbeda pilihan,” tandasnya.
Jika proses berjalan kondusif, nagari tidak hanya memperoleh pemimpin baru, tetapi juga memperkuat kembali solidaritas sosial sebagai modal penting pembangunan daerah.
#Sutan


0 Komentar