KAWASANSUMBAR.COM
Pasaman Barat,| (sumbar) Bagi Pasaman Barat, sebut Sulaiman, Pilwana serentak bukan sekadar kalender politik lokal. Ia menjadi cermin bagaimana masyarakat adat menegosiasikan modernitas demokrasi dengan nilai badunsanak yang diwariskan turun-temurun.
Jika berhasil, nagari akan memperoleh bukan hanya pemimpin baru, tetapi juga solidaritas yang diperbarui modal sosial terpenting bagi pembangunan daerah. Sabtu 5 - 9 - 2026
“Dengan semangat persatuan dan persaudaraan, masyarakat dapat tetap damai dan sejahtera meski berbeda pilihan,” tandasnya menghakiri.
Sulaiman. Di tengah hiruk pikuk kontestasi, pesan itu terdengar sederhana, namun justru di situlah masa depan nagari dipertaruhkan, musyawarah dan mufakat tetap di atas konflik terbuka
Ia juga menempatkan peran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sebagai penjaga keseimbangan sosial pasca kontestasi Pilwana Padang Pariaman 2026. Mereka diharapkan mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan afiliasi politik.
Ajakan tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau duduak samo randah, tagak samo tinggi, yang menempatkan musyawarah dan mufakat di atas konflik terbuka. Dalam konteks Pilwana Pasaman Barat 2026, nilai itu akan diuji untuk memastikan demokrasi elektoral berjalan selaras dengan demokrasi adat yang menjunjung persaudaraan.
#Sutan


0 Komentar